Kerupuk yang kenyal pada seblak tersebut menimbulkan kesan "mentah" sehingga banyak anggapan bila dikonsumsi dapat menyebabkan infeksi usus. Padahal, kerupuk kenyal tersebut tetap daapat dicerna oleh usus sama seperti makanan lainnya.
Di sepanjang saluran pencernaan, terdapat banyak enzim yang siap untuk mencerna maanan yang dikonsumsi. Mulai dari yang lunak sepert buah hingga daging yang agak keras, tak terkecuali kerupuk.
Sebenarnya, bukan pada kerupuknya yang menajdi masalah, melainkan rasa pedasnya. Ini karena pedas merupakan salah satu unsur penyebab iritasi usus, yang pada akhirnya dapat memicu infeksi usus seperti gastritis (radang lambung), kolistis ( radang usus besar), atau radang usus buntu.
Oleh karena itu, bila Anda adalah penggemar seblak, sebaiknya hindari penggunaan cabai yang berlebihan. Kemudian, bila Anda adalah penderita magh, jangan makan seblak dalam kondisi perut kosong agar tidak mengalami nyeri ulu hati.
Pastikan pula Anda minum air putih lebih banyak setelah mengonsumsi seblak, agar tingkat keasaman di dalam lambung bisa menurun.
Kesimpulannya, seblak memang bisa menyebabkan infeksi usus. Tetapi, bukan karena penggunaan kerupuk "mentah", melainkan akibat rasa pedas yang berlebihan. Jadi, hindari penggunaan cabai yang berlebihan, dann minumlah lebih banyak air putih setelahnya. (klikdonter.com)
