Sebagai tambahan informasi, berikut ni berbagai sebab produksi ASI sedikit dan bagaimana cara mengatasinya, yang diberikan oleh Diana West seorang konseler laktasi internasional (
IBCLC-International Board-Certified Lactation Consultant) dan penulis buku '
Making More Milk', seperti di kutip
Todays Parent.
- Masalah Hormonal & Endokrin
Masalah hormonal, rendah atau terlalu tingginya kadar tiroid, diabetes, dan hipertensi merupakan beberapa penyebab wanita sulit hamil.
- Pemakaian Alat Kontrasepsi yang Hormonal
Cukup banyak ibu menyusui dan menggunakan alat kontrasepsi pil merasa produksi ASI tidak berpengaruh, namun beberapa ibu lainnya merasakan berbeda. Para ibu tersebut merasa produksi ASI mereka menurun. Hal tersebut memang bisa terjadi jika ibu mulai mengonsmsi pil KB itu sebelum bayi mereka berusia empat bulan.
- Kesulitan Menghisap & Masalah Anatomi
Bukan hanya pada ibu saja, bisa jadi karena si kecil lah produksi ASI sedikit. Kemungkinan bayi kesulitan untuk mendapatkan ASI dari payudara ibu karena ada masalah anatomi tubuhnya. Misalnya saja bayi memiliki tali lidah pendek (
tongue-tie). Jika bayi Anda mengalami hal ini, ibu bisa membawanya ke dokter ahli. Setelah diatasi oleh dokter, kemampuan bayi untuk menyusu akan meningkat secra signifikan.
- Tidak Disusui di Malam Hari
Setiap ibu memiliki kemampuan berbeda dalam menyimpan ASI di payudaranya. Dengan tidak menyusui dimalam hari, produksi ASI ibu menurun. Tidak hanya itu, kadar prolaktin (hormon yang memberikan sinyal ke payudara untuk memproduksi ASI) juga lebih banyak di malam hari. Jadi jika hormon itu semakin rendah, Produksi ASI ibu pun bisa menurun. Intinya, menyusui di malam hari penting untuk menjaga produksi ASI tetap banyak.
- Membuat Jadwal Menyusui atau Memakai Empeng
Saat bayi jarang disusui, karena ibu menjadwalkan pemberian ASI atau karena dia memakai empeng, payudara pun akan lebih lama kosong. Sehingga produksi ASI pun menurun. Sebaliknya, jika bayi disusui sesering mungkin atau setiap dia meminta, payudara ibu akan lebih cepat kosong dan kembali memproduksi ASI.
(wolipop-detik.com)