Ladies, sebaiknya hati-hati ya bagi Anda yang suka mengikat rambutnya, karena berbagai masalah yang mungkin terjadi jika Anda terlalu sering mengikat rambut.
Bagi orang-orang yang memiliki rambut panjang, mengikat rambut adalah solusi menata rambut yang paling mudah dan cepat. Tapi awas, meskipun ringkas, terlalu sering mengikat rambut ternyata dapat berakibat buruk pada kesehatan rambut Anda. Terlebih jika Anda mengikat rambut saat masih basah atau saat tidur.
Terlalu sering mengikat rambut bikin rambut gampang rontok hingga jamuran.
Ikatan rambut yang terlalu kencang dapat membuat kulit kepala terasa perih. Anda bahkan mungkin sampai merasa sakit kepala. Rasa sakit ini dipengaruhi oleh ujung saraf yang melekat pada folikel rambut Anda.
Sama halnya dengan bagian tubuh lainnya, rambut juga butuh istirahat. Tekanan yang diterima akar rambut dari waktu ke waktu akibat Anda terlalu sering mengikat rambut akan memicu terjadinya traction alopecia, kondisi kerontokan rambut kronis yang disebabkan oleh stress dan tegangan. Normalnya, Anda akan kehilangan sekitar seratus helai rambut dalam sehari. Akan tetapi stress dapat menyebabkan kerontokan rambut lebihi banyak dari yang seharusnya. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan penipisan rambut, bahkan kebotakan.
Selain itu, kebiasaan mengikat rambut dalam keadaan basah tak hanya bisa menyebabkan rambut gampang rontok. Mengikat rambut dengan kondisi yang masih basah membuat pori-pori kulit kepala dab helai rambut melemah karena rambut lembap terus-terusan. Akibatnya, ini akan membuat rambut jadi rapuh dan rentan rusak.
Kebiasaan ini juga rentan membuat rambut rentan berketombe dan kulit kepala terasa gatal, karena kurangnya sirkulasi udara pada rambut. Tak hanya itu, kelembaban ini juga bisa memicu munculnya jamur dan bakteri di kulit kepala. Kondisi kulit kepala yang lembap akan bertahan seharian jika Anda mengikat rambut terus-terusan selama beraktivitas. Ini akan menjadi tempat sempurna untuk bakteri berkembangbiak sehingga akan meningkatkan risiko iritasi kulit kepala. Bahkan, kondisi ini juga sangat mungkin menimbulkan infeksi jamur pada kulit kapala. (Hellosehat.com)
